BBLKM Palembang

Kontak

CS : +62 811 7165 777

Marketing : +62 812 7365 8629



Alamat

Jl. Inspektur Yazid No.02
Kel Sekip Jaya Kec. Kemuning

Jam Layanan

Senin - Sabtu 07:00 - 20:30 WIB

Minggu 08.00 - 13.00 WIB

Penyakit & Laboratorium

Jangan Tunggu Komplikasi! Yuk, Kenali Alarm Tubuh Terhadap Ancaman Diabetes

Tahukah Anda kalau kadar gula darah tinggi itu sering kali bersembunyi di dalam tubuh kita selama bertahun-tahun tanpa menimbulkan gejala sama sekali? Banyak dari kita yang merasa badannya sehat-sehat saja, padahal penyakit diabetes sedang mengintai diam-diam. Sayangnya, sebagian besar orang baru menyadari adanya bahaya ini ketika tubuhnya sudah mulai lemas, sering sakit-sakitan, atau bahkan saat sudah telanjur kena komplikasi berbahaya yang merusak organ tubuh lainnya dan sulit untuk disembuhkan.


🔰 Fakta Penting!  Menurut data terbaru dari badan dunia International Diabetes Federation (IDF), jumlah penderita diabetes di Indonesia sudah menembus 20,4 juta orang dan menempatkan negara kita di peringkat kelima dunia. Bahkan, hasil survei Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa ternyata 11 dari 100 orang masyarakat kita yang berusia 15 tahun ke atas sudah terkena diabetes melitus. Menanggapi ancaman ini, BBLKM Palembang turut bergerak aktif dalam mendeteksi penyakit ini, di mana sepanjang tahun 2025 lalu, laboratorium BBLKM Palembang telah menerima dan memeriksa sebanyak 8869 sampel pemeriksaan diabetes dari berbagai fasilitas kesehatan dan masyarakat. Komitmen nyata ini sejatinya merupakan kelanjutan dari dedikasi panjang institusi, di mana BBLKM Palembang juga pernah menorehkan sejarah dengan meraih penghargaan Rekor MURI atas keberhasilannya melaksanakan pemeriksaan kadar gula darah secara serentak dengan jumlah peserta terbanyak pada 30 Juli 2023 lalu.

Tingginya angka tersebut menjadi membuktikan bahwa diabetes benar-benar ada di sekitar kita, sehingga kita tidak boleh mengabaikan perubahan sekecil apa pun pada tubuh. Lalu, apa sebenarnya diabetes itu, apa saja gejalanya yang wajib diwaspadai, dan bagaimana cara kita mencegahnya? Yuk, kita bedah bersama penjelasan lengkapnya di bawah ini!


Apa Itu Diabetes?

Secara sederhana, Diabetes Melitus (masyarakat sering menyebutnya Penyakit Kencing Manis) adalah suatu kondisi jangka panjang di mana kadar gula di dalam darah kita terlalu tinggi, atau di atas batas normal. Penyakit ini terjadi karena tubuh kita tidak mampu memproduksi atau menggunakan insulin dengan baik.

Insulin adalah hormon alami yang berfungsi untuk menyalurkan gula dari makanan ke dalam sel-sel tubuh untuk diubah menjadi energi. Jika produksi insulin berkurang atau fungsinya terganggu, gula akan menumpuk di dalam aliran darah. Kondisi tersebut lambat laun dapat menyebabkan komplikasi dan merusak fungsi organ-organ tubuh lainnya.


Tren "Minuman Kekinian": Bom Waktu Diabetes bagi Anak Muda

Dulu, diabetes sering dianggap sebagai "penyakit orang tua". Namun sekarang, polanya bergeser. Anak-anak muda, mahasiswa, hingga pekerja awal (first-jobbers) makin banyak yang terdiagnosis diabetes atau berada dalam kondisi pre-diabetes. Mengapa ini bisa terjadi?

Salah satu pemicu utamanya adalah gaya hidup konsumsi minuman kekinian. Kebiasaan nongkrong sambil minum iced coffee latte, milk tea dengan topping boba, thai tea, hingga minuman manis kemasan beraroma buah telah menjadi bagian dari identitas sosial anak muda saat ini.

Secara tidak sadar, satu gelas minuman kekinian berukuran sedang (medium size) rata-rata bisa mengandung 25 hingga 50 gram gula. Padahal, berdasarkan rekomendasi Kementerian Kesehatan RI, batas konsumsi GGL (Gula, Garam, Lemak) harian per orang harus dikontrol ketat untuk mencegah penyakit tidak menular.

 

Mari kita cek batasan GGL harian Anda melalui rumus mudah G4-M1-L5 berikut:

  • G (Gula): Maksimal 4 sendok makan (50 gram) per hari.
  • G (Garam): Maksimal 1 sendok teh (2.000 mg natrium) per hari.
  • L (Lemak): Maksimal 5 sendok makan (67 gram) per hari.

Artinya, jika Anda meminum satu gelas milk tea boba saja, Anda sudah menghabiskan seluruh jatah (bahkan melebihi) kuota gula harian Anda! Jika kebiasaan ini dilakukan setiap hari, ditambah dengan perilaku mager (sedentary lifestyle), maka tubuh akan mengalami resistensi insulin, sebuah kondisi di mana sel tubuh tidak lagi sensitif terhadap insulin. Ini adalah "bom waktu" yang siap memicu diabetes di usia muda.


Waspadai Gejala Diabetes: 3P!

Sebelum diabetes menyebabkan kerusakan yang parah, tubuh sebenarnya sering mengirimkan sinyal darurat. Gejala klasik yang paling sering muncul dikenal dengan istilah 3P:

1.  Poliuria (Sering Kencing): sangat sering buang air kecil, terutama di malam hari sampai sering terbangun dari tidur. Ini terjadi karena ginjal berusaha keras membuang kelebihan gula melalui air kencing.

2.  Polidipsia (Sering Haus): sangat kehausan dan ingin minum air terus-menerus Karena tubuh terus-menerus membuang cairan melalui air kencing.

3.  Polifagia (Mudah Lapar): Kondisi ini ditandai dengan rasa lapar yang terus-menerus meskipun penderita sudah mengonsumsi makanan dalam porsi besar. Hal ini terjadi karena glukosa dari makanan hanya menumpuk di dalam aliran darah dan tidak dapat masuk ke dalam sel-sel tubuh. Akibatnya, sel-sel tubuh mengalami kekurangan asupan energi, yang kemudian mengirimkan sinyal ke otak agar tubuh terus mencari asupan makanan.


Gejala Tambahan:

1.       Berat badan menurun cepat tanpa ada penyebab yang jelas

2.       Sering Kesemutana tau mati rasa di ujung jari tangan dan kaki

3.       Gatal di daerah kemaluan dan keputihan berulang pada wanita

4.       Luka yang sulit sembuh

5.       Impotensi pada pria

6.       Bisul yang hilang timbul

7.       Penglihatan yang perlahan kabur dan cepat Lelah/ mudah mengantuk


Bagaimana Cara Kita Mencegahnya?

Kabar baiknya, Diabetes (khususnya Tipe 2 yang paling banyak diderita) sangat bisa dicegah dengan mengubah kebiasaan sehari-hari. Kementerian Kesehatan RI menyarankan langkah "CERDIK" untuk mencegah diabetes:

  • C - Cek Kesehatan Secara Berkala

Banyak masyarakat Indonesia yang masih mengabaikan hal ini. Mulailah memonitor tekanan darah, berat badan, lingkar perut, serta cek kadar gula darah dan kolesterol secara teratur ke laboratorium.

  • E - Enyahkan Asap Rokok

Zat di dalam rokok dapat merusak pembuluh darah, mengganggu metabolisme, dan meningkatkan risiko diabetes serta penyakit kardiovaskular.

  • R - Rajin Aktivitas Fisik/ Olahraga

Luangkan waktu minimal 30 menit sehari (atau 150 menit per minggu) untuk berjalan kaki, bersepeda, atau berolahraga ringan agar tubuh aktif membakar kalori dan gula.

  • D - Diet Sehat dan Seimbang (Ingat Cek GGL!)

ü Konsumsi buah dan sayur 5 porsi per hari

ü Bijak saat membeli minuman kekinian: Mintalah opsi less sugar (25% atau 50% saja) atau lebih baik pilih kopi hitam tanpa gula dan air putih.

ü Biasakan membaca label kemasan makanan/minuman sebelum membeli. Kurangi makanan/minuman dengan gula tersembunyi seperti maltosa, glukosa, sukrosa, laktosa, dekstrosa, fruktosa, dan sirup jagung tinggi fruktosa (HFCS).

ü Batasi pula makanan tinggi garam (keju, makanan kemasan, keripik) dan kurangi lemak jenuh dengan memilih protein tanpa lemak seperti dada ayam tanpa kulit, ikan, atau kacang-kacangan.

  • I - Istirahat Cukup

Tidur yang cukup selama 7–8 jam sehari membantu menjaga keseimbangan hormon metabolisme tubuh.

  • K - Kelola Stres

Stres berkepanjangan memicu tubuh memproduksi hormon kortisol yang secara langsung dapat menaikkan kadar gula darah. Lakukan relaksasi, berpikiran positif, dan luangkan waktu berkumpul dengan orang terdekat.


Mari Deteksi Dini di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Palembang, Ingat, mendeteksi diabetes sejak dini jauh lebih baik daripada mengobati komplikasinya. Jangan ragu untuk melakukan pemeriksaan laboratorium secara berkala. BBLKM Palembang siap melayani pemeriksaan kadar gula darah Anda dengan akurat untuk memastikan Anda dan keluarga tetap sehat dan produktif.

 

BBLKM Palembang menyediakan layanan pemeriksaan diabetes melalui tiga parameter utama dengan tarif resmi sebagai berikut:


  • Pemeriksaan HbA1c (tanpa puasa) untuk melihat rata-rata kadar gula darah selama 2–3 bulan terakhir dengan tarif Rp180.000/sampel
  • Gula Darah Puasa (GDP) dengan tarif Rp30.000/sampel
  • Paket Gula Darah Puasa & Gula Darah 2 Jam PP (Post Prandial tarif Rp70.000,-


Pada akhirnya, kesehatan adalah investasi paling berharga yang kita miliki. Mengetahui status gula darah sejak dini melalui pemeriksaan laboratorium yang akurat adalah langkah awal yang bijak untuk memutus rantai risiko diabetes. Lindungi diri Anda dan keluarga sebelum terlambat. Kunjungi BBLKM Palembang sekarang juga, karena pencegahan hari ini adalah kunci kebahagiaan di hari esok.


Komentar Pembaca

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberi komentar.

Referensi
• Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Laporan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2023. Jakarta: Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI. (Untuk data prevalensi nasional 11,7%).
• International Diabetes Federation. (2025). IDF Diabetes Atlas (11th ed.). Brussels, Belgium: International Diabetes Federation. (Untuk data nasional 20,4 juta kasus).
• Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kemenkes RI. Panduan Gaya Hidup CERDIK dan Pencegahan Diabetes Melitus.

Informasi Layanan & Pendaftaran

Tim kami siap membantu Anda untuk konsultasi maupun reservasi layanan kesehatan.

Jam Operasional
  • Senin – Sabtu : 07.30 – 20.30 WIB
  • Minggu : 08.00 – 13.00 WIB
  • (Hari Libur Nasional Tutup)
Gunakan subjek email: Tanya Paket MCU 2026 - [Nama Anda] untuk respon lebih cepat.
Lokasi

BBLKM Palembang
Jl. Inspektur Yazid No.2 KM 2.5

WhatsApp / Hotline

CS: 0811-7165-777
WA: 0812-7365-8629

Chat langsung untuk konsultasi paket
Email Resmi

[email protected]

Untuk kerjasama atau hasil lab instansi
Layanan Digital

ceklab.bblabkesmaspalembang.go.id

Pendaftaran online & cek hasil
Butuh Informasi Cepat?

Klik tombol di bawah ini untuk langsung terhubung dengan tim layanan kami.

Chat WhatsApp Sekarang
Respon cepat di jam operasional