Tingginya angka tersebut menjadi membuktikan bahwa diabetes benar-benar ada di sekitar kita, sehingga kita tidak boleh mengabaikan perubahan sekecil apa pun pada tubuh. Lalu, apa sebenarnya diabetes itu, apa saja gejalanya yang wajib diwaspadai, dan bagaimana cara kita mencegahnya? Yuk, kita bedah bersama penjelasan lengkapnya di bawah ini!
Apa
Itu Diabetes?
Secara
sederhana, Diabetes Melitus (masyarakat sering menyebutnya Penyakit Kencing
Manis) adalah suatu kondisi jangka panjang di mana kadar gula di dalam darah
kita terlalu tinggi, atau di atas batas normal. Penyakit ini terjadi karena
tubuh kita tidak mampu memproduksi atau menggunakan insulin dengan baik.
Insulin adalah hormon alami yang berfungsi untuk menyalurkan gula dari makanan ke dalam sel-sel tubuh untuk diubah menjadi energi. Jika produksi insulin berkurang atau fungsinya terganggu, gula akan menumpuk di dalam aliran darah. Kondisi tersebut lambat laun dapat menyebabkan komplikasi dan merusak fungsi organ-organ tubuh lainnya.
Tren
"Minuman Kekinian": Bom Waktu Diabetes bagi Anak Muda
Dulu,
diabetes sering dianggap sebagai "penyakit orang tua". Namun
sekarang, polanya bergeser. Anak-anak muda, mahasiswa, hingga pekerja awal (first-jobbers)
makin banyak yang terdiagnosis diabetes atau berada dalam kondisi pre-diabetes.
Mengapa ini bisa terjadi?
Salah
satu pemicu utamanya adalah gaya hidup konsumsi minuman kekinian.
Kebiasaan nongkrong sambil minum iced coffee latte, milk tea
dengan topping boba, thai tea, hingga minuman manis kemasan
beraroma buah telah menjadi bagian dari identitas sosial anak muda saat ini.
Secara
tidak sadar, satu gelas minuman kekinian berukuran sedang (medium size)
rata-rata bisa mengandung 25 hingga 50 gram gula. Padahal, berdasarkan
rekomendasi Kementerian Kesehatan RI, batas konsumsi GGL (Gula, Garam,
Lemak) harian per orang harus dikontrol ketat untuk mencegah penyakit tidak
menular.
Mari kita cek batasan GGL harian Anda melalui rumus mudah G4-M1-L5 berikut:
- G
(Gula): Maksimal 4 sendok makan (50 gram)
per hari.
- G
(Garam): Maksimal 1 sendok teh (2.000 mg
natrium) per hari.
- L (Lemak): Maksimal 5 sendok makan (67 gram) per hari.
Artinya, jika Anda meminum satu gelas milk tea boba saja, Anda sudah menghabiskan seluruh jatah (bahkan melebihi) kuota gula harian Anda! Jika kebiasaan ini dilakukan setiap hari, ditambah dengan perilaku mager (sedentary lifestyle), maka tubuh akan mengalami resistensi insulin, sebuah kondisi di mana sel tubuh tidak lagi sensitif terhadap insulin. Ini adalah "bom waktu" yang siap memicu diabetes di usia muda.
Waspadai
Gejala Diabetes: 3P!
Sebelum diabetes menyebabkan kerusakan yang parah, tubuh sebenarnya sering mengirimkan sinyal darurat. Gejala klasik yang paling sering muncul dikenal dengan istilah 3P:
1. Poliuria
(Sering Kencing): sangat sering buang air kecil, terutama di
malam hari sampai sering terbangun dari tidur. Ini terjadi karena ginjal
berusaha keras membuang kelebihan gula melalui air kencing.
2. Polidipsia
(Sering Haus): sangat kehausan dan ingin minum air
terus-menerus Karena tubuh terus-menerus membuang cairan melalui air kencing.
3. Polifagia (Mudah Lapar): Kondisi ini ditandai dengan rasa lapar yang terus-menerus meskipun penderita sudah mengonsumsi makanan dalam porsi besar. Hal ini terjadi karena glukosa dari makanan hanya menumpuk di dalam aliran darah dan tidak dapat masuk ke dalam sel-sel tubuh. Akibatnya, sel-sel tubuh mengalami kekurangan asupan energi, yang kemudian mengirimkan sinyal ke otak agar tubuh terus mencari asupan makanan.
Gejala Tambahan:
1. Berat
badan menurun cepat tanpa ada penyebab yang jelas
2. Sering
Kesemutana tau mati rasa di ujung jari tangan dan kaki
3. Gatal
di daerah kemaluan dan keputihan berulang pada wanita
4. Luka
yang sulit sembuh
5. Impotensi
pada pria
6. Bisul
yang hilang timbul
7. Penglihatan yang perlahan kabur dan cepat Lelah/ mudah mengantuk
Bagaimana
Cara Kita Mencegahnya?
Kabar baiknya, Diabetes (khususnya Tipe 2 yang paling banyak diderita) sangat bisa dicegah dengan mengubah kebiasaan sehari-hari. Kementerian Kesehatan RI menyarankan langkah "CERDIK" untuk mencegah diabetes:
- C
- Cek Kesehatan Secara Berkala
Banyak masyarakat
Indonesia yang masih mengabaikan hal ini. Mulailah memonitor tekanan darah,
berat badan, lingkar perut, serta cek kadar gula darah dan kolesterol secara
teratur ke laboratorium.
- E
- Enyahkan Asap Rokok
Zat di dalam rokok dapat merusak pembuluh darah, mengganggu metabolisme, dan meningkatkan risiko diabetes serta penyakit kardiovaskular.
- R
- Rajin Aktivitas Fisik/ Olahraga
Luangkan waktu minimal 30 menit sehari (atau 150 menit per minggu) untuk berjalan kaki, bersepeda, atau berolahraga ringan agar tubuh aktif membakar kalori dan gula.
- D
- Diet Sehat dan Seimbang (Ingat Cek GGL!)
ü Konsumsi
buah dan sayur 5 porsi per hari
ü Bijak
saat membeli minuman kekinian: Mintalah opsi less sugar (25% atau 50%
saja) atau lebih baik pilih kopi hitam tanpa gula dan air putih.
ü Biasakan
membaca label kemasan makanan/minuman sebelum membeli. Kurangi
makanan/minuman dengan gula tersembunyi seperti maltosa, glukosa, sukrosa,
laktosa, dekstrosa, fruktosa, dan sirup jagung tinggi fruktosa (HFCS).
ü Batasi pula makanan tinggi garam (keju, makanan kemasan, keripik) dan kurangi lemak jenuh dengan memilih protein tanpa lemak seperti dada ayam tanpa kulit, ikan, atau kacang-kacangan.
- I
- Istirahat Cukup
Tidur yang cukup selama
7–8 jam sehari membantu menjaga keseimbangan hormon metabolisme tubuh.
- K
- Kelola Stres
Stres berkepanjangan memicu tubuh memproduksi hormon kortisol yang secara langsung dapat menaikkan kadar gula darah. Lakukan relaksasi, berpikiran positif, dan luangkan waktu berkumpul dengan orang terdekat.
Mari
Deteksi Dini di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Palembang, Ingat,
mendeteksi diabetes sejak dini jauh lebih baik daripada mengobati
komplikasinya. Jangan ragu untuk melakukan pemeriksaan laboratorium secara
berkala. BBLKM Palembang siap melayani pemeriksaan kadar gula darah Anda
dengan akurat untuk memastikan Anda dan keluarga tetap sehat dan produktif.
BBLKM Palembang menyediakan layanan pemeriksaan diabetes melalui tiga parameter utama dengan tarif resmi sebagai berikut:
- Pemeriksaan
HbA1c (tanpa puasa) untuk melihat rata-rata kadar
gula darah selama 2–3 bulan terakhir dengan tarif Rp180.000/sampel
- Gula
Darah Puasa (GDP) dengan tarif Rp30.000/sampel
- Paket Gula Darah Puasa & Gula Darah 2 Jam PP (Post Prandial tarif Rp70.000,-
Pada akhirnya,
kesehatan adalah investasi paling berharga yang kita miliki. Mengetahui status
gula darah sejak dini melalui pemeriksaan laboratorium yang akurat adalah
langkah awal yang bijak untuk memutus rantai risiko diabetes. Lindungi diri
Anda dan keluarga sebelum terlambat. Kunjungi BBLKM Palembang sekarang juga, karena
pencegahan hari ini adalah kunci kebahagiaan di hari esok.
Komentar Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberi komentar.