Sejarah
Informasi layanan, dokumen, dan kegiatan Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Palembang.
- Beranda
- Sejarah
who we are
Balai Besar
Laboratorium Kesehatan Masyarakat Palembang
Sejarah Pendirian
Balai Laboratorium Kesehatan (BLK) Palembang berdiri pada tahun 1973 dan diresmikan pada 30 Juli 1973 oleh Menteri Kesehatan, Prof. G.A. Siwabessy. Sejak berdiri, lembaga ini telah mengalami beberapa perubahan organisasi untuk mendukung perkembangan pelayanan laboratorium kesehatan.
Perkembangan Organisasi
Tahun 1978 — Penetapan Kedudukan BLK
Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 142/Menkes/SK/IV/78 tanggal 28 April 1978, BLK ditetapkan sebagai unit pelaksana teknis di bidang pelayanan kesehatan dalam lingkungan Departemen Kesehatan. BLK berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Direktur Laboratorium Kesehatan, Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan.
Tahun 2004 — Perubahan Menjadi BBLK
Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1063/Menkes/SK/IX/2004 tanggal 24 September 2004, BLK Palembang berubah menjadi Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Palembang.
BBLK berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik. Dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, pembinaan teknis fungsional dilakukan oleh Direktur Bina Pelayanan Penunjang Medik.
Tahun 2006 — Penataan Struktur Organisasi
Berdasarkan ketentuan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 558/Menkes/Per/VII/2006 tanggal 31 Juli 2006, struktur organisasi BBLK terdiri atas:
- Bagian Tata Usaha;
- Bidang Laboratorium Klinik dan Laboratorium Kesehatan Masyarakat;
- Bidang Pengendalian Mutu; serta
- Kelompok Jabatan Fungsional.
Di lingkungan BBLK juga dibentuk instalasi sebagai unit nonstruktural, yaitu:
- Instalasi Mikrobiologi;
- Instalasi Imunologi;
- Instalasi Virologi;
- Instalasi Patologi Klinik;
- Instalasi Kimia Kesehatan dan Toksikologi;
- Instalasi Media dan Reagensia; serta
- Instalasi Pemeliharaan Sarana Laboratorium Kesehatan.
Tahun 2023 — Transformasi Menjadi BBLKM
Berdasarkan Surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor B/718/M.KT.01/2023 tanggal 21 Juni 2023, BBLK Palembang berubah menjadi Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Palembang.
Selanjutnya, berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 25 Tahun 2023 tanggal 16 Agustus 2023, Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat merupakan unit pelaksana teknis di lingkungan Kementerian Kesehatan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Direktur Jenderal.
Secara administratif, BBLKM dikoordinasikan dan dibina oleh Sekretaris Direktorat Jenderal. Secara teknis fungsional, pembinaan dilakukan oleh direktur yang mempunyai tugas dan fungsi di bidang tata kelola kesehatan masyarakat.
Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum
Berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 237/KMK/2024 tanggal 30 Mei 2024, sebagai perubahan atas Keputusan Menteri Keuangan Nomor 13/KMK.05/2010 tanggal 8 Januari 2010, BBLKM Palembang ditetapkan sebagai instansi pemerintah di lingkungan Kementerian Kesehatan yang menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PPK-BLU) secara penuh.
Akreditasi dan Jaminan Mutu
BBLKM Palembang menerapkan standar mutu laboratorium secara konsisten. Akreditasi yang tercantum dalam dokumen kelembagaan meliputi:
1. Laboratorium Penguji
BBLKM Palembang terakreditasi sebagai laboratorium penguji dengan menerapkan SNI ISO/IEC 17025:2017. Akreditasi diberikan oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) berdasarkan surat Nomor 1382/3.a2/LIS/10/2024 tanggal 23 Oktober 2025, dengan nomor akreditasi LP-233-IDN.
Ruang lingkup akreditasi mencakup pengujian bidang fisika, kimia, dan biologi sebanyak 97 parameter.
2. Laboratorium Medis
Akreditasi laboratorium medis mengacu pada SNI ISO/IEC 15189:2022, berdasarkan surat Nomor 926/3.a1/LAB/07/2024 tanggal 24 Juli 2024, dengan nomor akreditasi LM-003-IDN (Amd-2).
Ruang lingkup akreditasi meliputi:
| Bidang pengujian | Jumlah parameter |
|---|---|
| Kimia klinik | 23 |
| Hematologi | 8 |
| Cairan tubuh | 10 |
| Imunoserologi | 38 |
| Mikrobiologi | 21 |
| Biomolekuler | 1 |
| Hemostasis | 3 |
3. Penyelenggara Uji Profisiensi
Akreditasi sebagai penyelenggara uji profisiensi mengacu pada SNI ISO/IEC 17043:2010, berdasarkan surat Nomor 1265/3.a.1/LAB/10/2023 tanggal 31 Oktober 2023, dengan nomor akreditasi PUP-014-IDN (Amd-1).
Ruang lingkup akreditasi meliputi:
| Bahan atau bidang pengujian | Jumlah parameter |
|---|---|
| Air bersih | 10 |
| Plasma sitrat | 4 |
| Serum/plasma | 20 |
| Urin | 11 |
| Darah | 9 |
| Plasma | 5 |
| Sputum | 1 |
| Feses | 1 |
| Biakan bakteri ATCC | 1 |
Peran sebagai Laboratorium Rujukan
BBLKM Palembang berperan sebagai laboratorium kesehatan rujukan dengan wilayah bimbingan teknis meliputi:
- Sumatera Selatan;
- Lampung;
- Bengkulu;
- Jambi; dan
- Bangka Belitung.
Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 194/MENKES/SK/VI/2012 tanggal 15 Juni 2012, laboratorium ini juga ditunjuk sebagai salah satu laboratorium pemeriksaan narkotika dan psikotropika.
Struktur Organisasi dan Instalasi
Struktur organisasi BBLKM Palembang terdiri atas Bagian Administrasi Umum, Kelompok Jabatan Fungsional, dan Instalasi.
Pengorganisasian kelompok jabatan fungsional mencakup tim kerja berikut:
- Tim Kerja Mutu, Penguatan SDM, dan Kemitraan;
- Tim Kerja Program Layanan;
- Tim Kerja Surveilans Penyakit, Faktor Risiko Kesehatan, dan KLB; serta
- Tim Kerja Pengembangan Program.
Berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan Nomor HK.02.02/B/1551/2024 tanggal 6 Februari 2024 tentang Pedoman Instalasi Unit Pelaksana Teknis di Lingkungan Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat, BBLKM Palembang memiliki enam instalasi:
- Instalasi Mikrobiologi dan Biomolekuler
- Instalasi Kesehatan Lingkungan, Vektor, dan Binatang Pembawa Penyakit
- Instalasi Sampling, Media Reagensia, dan Sterilisasi
- Instalasi K3, Pengelolaan Limbah, dan Biorepositori
- Instalasi Patologi Klinik dan Imunologi
- Instalasi Sarana Prasarana, Kalibrasi, dan PTTG