BBLKM Palembang

Kontak

CS : +62 811 7165 777

Marketing : +62 812 7365 8629



Alamat

Jl. Inspektur Yazid No.02
Kel Sekip Jaya Kec. Kemuning

Jam Layanan

Senin - Sabtu 07:00 - 20:30 WIB

Minggu 08.00 - 13.00 WIB

Lingkungan & Masyarakat

Hantavirus : Ancaman Zoonosis di balik Kehadiran Tikus di Sekitar Kita

Pernahkah Anda melihat tikus yang berkeliaran di sekitar rumah, gudang, pasar atau tempat penyimpanan makanan?

Bagi Sebagian orang, tikus mungkin hanya dianggap sebagai hama yang merusak barang atau mencuri persediaan makanan. Namun dibalik itu hewan pengerat atau rodensia ini juga membawa berbagai penyakit yang berbahaya bagi manusia, salah satunya Hantavirus.


🔰 Fakta Penting! WHO mencatat rata-rata insidensi global infeksi Hantavirus pada manusia berkisar antara 10.000 hingga 100.000 infeksi setiap tahun. Menurut laporan Riset Khusus Vektor dan Reservoir Penyakit (Rikus Vektor) yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan RI, Hantavirus bukanlah ancaman asing bagi masyarakat Indonesia. Hasil studi di beberapa kota besar dan kawasan pelabuhan menunjukkan angka seroprevalensi yang cukup signifikan, yaitu mencapai 11,6%. Artinya, dari setiap 10 orang, setidaknya satu pernah terpapar virus ini, meskipun mungkin tidak pernah terdiagnosis.

Keberadaan Hantavirus di Indonesia ibarat fenomena “gunung es”. Kasus yang terdeteksi mungkin hanya Sebagian kecil dari paparan yang di Masyarakat. Banyak penderita mengalami gejala yang mirip dengan penyakit infeksi lain sehingga tidak dikenali sebagai Hantavirus.

 

Apa itu Hantavirus?

Hantavirus adalah virus yang disebabkan oleh Orthohantavirus merupakan penyakit yang mirip flu yang ditularkan oleh tikus ke manusia melalui gigitan, ekskresi dan sekresi (air liut, urin, feses) atau melalui inhalasi aerosol (terhirup debu). Karakteristik penyakit akibat Hantavirus ini berbeda-beda di setiap wilayah tergantung jenis virusnya, namun semuanya memiliki risiko yang sama yaitu mampu memicu infeksi berat hingga mengancam nyawa manusia.


Satu Virus, Dua Ancaman Nyata: HFRS dan HPS

Seseorang yang terinfeksi Hantavirus dapat mengalami gejala yang berbeda tergantung pada tipe Hantavirus yang menginfeksi. Terdapat 2 gejala yang dapat terjadi ketika seseorang terinfeksi Hantavirus:

1. Wilayah Asia dan Eropa (termasuk Indonesia), infeksi virus ini umumnya menyebabkan Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS). Varian ini pada kondisi stadium lanjut dapat mencakup tekanan darah rendah, gangguan pembekuan darah, dan gagal ginjal.

2. Sementara itu, di belahan bumi barat seperti wilayah Amerika, Hantavirus memicu penyakit yang jauh lebih agresif bernama Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS). Varian penyakit ini dapat berkembang dengan cepat menjadi batuk, sesak napas, penumpukan cairan di paru-paru, dan syok.

Note : Jenis Hantavirus yang paling sering ditemukan di Indonesia adalah Seoul virus (SEOV), yang menyebar melalui tikus rumah dan tikus got (Rattus norvegicus) karena hewan pengerat ini hidup di sekitar pemukiman dan berinteraksi langsung dengan lingkungan harian kita, risiko penularan virus ini menjadi jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan penyakit bersumber binatang lain yang hanya terbatas di area hutan.


Gejala yang diwaspadai:

Demam, Sakit Kepala, Nyeri otot, Mual muntah dan nyeri perut. Pada kasus berat infeksi dapat menyebabkan gangguan pada paru-paru atau ginjal yang memerlukan tindakan medis segara.


Ketahui Cara Penularan Hantavirus!

Manusia dapat terinfeksi Hantavirus melalui beberapa jalur utama, yang paling sering berkaitan dengan aktivitas pembersihan area yang kotor:

1. Inhalasi (Udara): Ini adalah jalur penularan yang paling utama. Ketika urine, kotoran, atau air liur tikus yang mengandung virus mengering, partikel tersebut dapat tercampur dengan debu di udara. Saat kita menyapu area tersebut, virus akan terbang dan terhirup ke dalam saluran pernapasan kita.

2. Kontak Langsung: Menyentuh kotoran, urine, atau sarang tikus, kemudian secara tidak sengaja menyentuh mata, hidung, atau mulut sebelum mencuci tangan.

3. Gigitan: Meskipun jarang terjadi, gigitan tikus yang terinfeksi juga dapat menularkan virus ini secara langsung.

4. Makanan Terkontaminasi: Mengonsumsi makanan atau minuman yang telah tercemar oleh ekskresi tikus yang membawa virus.


Langkah Nyata Pencegahan Hantavirus: Sinergi Masyarakat dan Peran Strategis BBLKM Palembang

Pengendalian Hantavirus tidak dapat bertumpu pada pengobatan, karena hingga saat ini belum ada obat antiviral spesifik maupun vaksin untuk menyembuhkan infeksi ini. Satu-satunya jalan memutus mata rantai penularannya adalah melalui pencegahan berbasis lingkungan.

Panduan Pencegahan Mandiri di Lingkungan Rumah

Masyarakat dapat melindungi diri dan keluarga dari paparan Hantavirus dengan menerapkan langkah-langkah sanitasi berikut:

1. Dilarang Keras Menyapu Kering Kotoran Tikus (gunakan sarung tangan dan masker): Menyapu kering atau menyedot debu (vacuum) kotoran tikus yang kering justru akan menerbangkan partikel virus ke udara (aerosolisasi) sehingga mudah terhirup.

2. Gunakan Metode Basah (Desinfeksi): Jika menemukan kotoran, urine, atau sarang tikus, semprot area tersebut terlebih dahulu dengan cairan desinfektan atau larutan karbol/pemutih pakaian. Biarkan basah selama 5 menit untuk mematikan virus, lalu seka menggunakan tisu/kain pel dengan memakai masker dan sarung tangan.

3. Prinsip Tikus-Proofing: Tutup semua celah atau lubang di dinding, langit-langit, dan bawah pintu rumah yang berukuran lebih dari 0,6 cm untuk mencegah tikus masuk.

4. Manajemen Sisa Makanan: Simpan bahan makanan dalam wadah plastik atau kaca yang tertutup rapat, serta jangan meninggalkan tempat makan hewan peliharaan terbuka semalaman.

5. Mengelola sampah dengan baik.


Deteksi dini melalui surveilans dan pemeriksaan lab sangat penting untuk mengetahui keberadaan hantavirus di Masyarakat. Pada akhirnya, memutus rantai penularan Hantavirus tidak dapat bertumpu pada pengobatan di rumah sakit saja, melainkan harus diselesaikan secara tuntas mulai dari sumbernya di hulu. Hal ini memerlukan komitmen ganda yang solid, yaitu kepatuhan masyarakat dalam menjaga higiene melalui metode desinfeksi kotoran tikus yang benar, serta penguatan deteksi dini melalui fungsi surveilans vektor dan lingkungan oleh BBLKM Palembang. Sinergi terpadu antara kewaspadaan mandiri warga dan kesiapsiagaan laboratorium kesehatan masyarakat inilah yang menjadi kunci utama untuk mengeliminasi risiko zoonosis, demi memastikan ruang hidup kita tetap sehat, aman, dan terbebas dari ancaman penularan virus yang dibawa oleh hewan pengerat.

 

Pesan Kesehatan:

“Tikus mungkin terlihat biasa di sekitar kita, tetapi penyakit yang dibawanya tidak boleh dianggap sepele. Menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi kontak dengan rodensia merupakan langkah sederhana untuk melindungi diri dan keluarga dari hantavirus.”

Jangan abaikan sinyal tubuh Anda! Jika Anda mengalami gejala di atas atau memiliki keluhan kesehatan lainnya, percayakan kesehatan Anda pada BBLKM Palembang. Kunjungi laboratorium kami segera, atau hubungi Call Center di bawah ini untuk konsultasi dan pemeriksaan laboratorium yang cepat dan akurat.


Komentar Pembaca

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberi komentar.

Referensi
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2016). Laporan Akhir Riset Khusus Vektor dan Reservoir Penyakit (Rikus Vektor). Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Badan Litbangkes), Kementerian Kesehatan RI.
World Health Organization (WHO). (2020). Zoonoses and Veterinary Public Health: Hantavirus Diseases. Geneva: World Health Organization.
Ibrahim, I. N., dkk. (2014). Penyakit Hantavirus: Penyakit Zoonosis yang Perlu Diwaspadai di Indonesia. Jurnal Biotek Medisiana Indonesia, Kemenkes RI.

Informasi Layanan & Pendaftaran

Tim kami siap membantu Anda untuk konsultasi maupun reservasi layanan kesehatan.

Jam Operasional
  • Senin – Sabtu : 07.30 – 20.30 WIB
  • Minggu : 08.00 – 13.00 WIB
  • (Hari Libur Nasional Tutup)
Gunakan subjek email: Tanya Paket MCU 2026 - [Nama Anda] untuk respon lebih cepat.
Lokasi

BBLKM Palembang
Jl. Inspektur Yazid No.2 KM 2.5

WhatsApp / Hotline

CS: 0811-7165-777
WA: 0812-7365-8629

Chat langsung untuk konsultasi paket
Email Resmi

[email protected]

Untuk kerjasama atau hasil lab instansi
Layanan Digital

ceklab.bblabkesmaspalembang.go.id

Pendaftaran online & cek hasil
Butuh Informasi Cepat?

Klik tombol di bawah ini untuk langsung terhubung dengan tim layanan kami.

Chat WhatsApp Sekarang
Respon cepat di jam operasional