
.jpeg)

BBLKM Palembang mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap Hantavirus, yaitu penyakit yang ditularkan dari tikus dan celurut yang terinfeksi virus orthhantavirus. Penyakit ini dapat menyerang organ penting seperti paru-paru dan ginjal, bahkan berisiko menyebabkan kondisi berat hingga kematian apabila tidak segera ditangani.
Penularan Hantavirus dapat terjadi melalui kontak dengan urine, kotoran, air liur, atau gigitan tikus yang terinfeksi. Saat kotoran tikus mengering dan terganggu, misalnya ketika menyapu ruangan, partikel virus dapat beterbangan di udara dan terhirup oleh manusia. Virus juga dapat masuk melalui luka terbuka maupun selaput lendir seperti mata, hidung, dan mulut.
Secara umum, Hantavirus memiliki dua sindrom utama, yaitu:
Gejala dapat muncul dalam rentang 1–2 minggu setelah paparan pada kasus HFRS dan 1–8 minggu pada kasus HPS.
Untuk mencegah penularan Hantavirus, masyarakat dianjurkan untuk:
Hingga saat ini belum tersedia vaksin maupun obat khusus untuk Hantavirus. Oleh karena itu, pencegahan dan deteksi dini sangat penting dilakukan. Segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala setelah beraktivitas di area yang berisiko terpapar tikus.
Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui media sosial dan website resmi BBLKM Palembang.
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu
1 hari yang lalu